Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bacaan Niat dan Tata Cara Wudhu Serta Doa Setelah Wudhu

Bacaan Niat Wudhu dan Doa Setelah Wudhu

Para pembaca yang budiman! Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas tentang bacaan niat dan tata cara wudhu serta doa setelah wudhu‘ lengkap dengan bahasa arab latin dan artinya.

Sebelum ke inti pembahasan, perlu diketahui bahwa wudhu merupakan salahsatu syarat sah mengerjakan shalat, yang berarti jika shalatmu tanpa berwudhu’ terlebih dahulu, maka shalatmu itu tidak sah.

Dikutip dari situs NU Online, bahwa wudhu dapat dikatakan sebagai pintu masuk dalam beribadah. Hampir semua pelaksanaan ibadah menganjurkan wudhu terlebih dahulu, meskipun berbeda hukumnya.

Wudhu hukumnya wajib bila hendak melaksanakan shalat, thawaf, i’tikaf dan membaca /memegang Al-Qur’an. Wudhu hukumnya sunnah apabila hendak berkumpul dengan istri, hendak tidur dan dalam semua kesempatan.

Oleh karena itu, secara syar’i wudhu menempati posisi terpenting dalam ibadah. Sah-tidaknya sebuah ibadah tergantung dari wudhunya. Dan sah tidaknya sebuah wudhu sangat-sangat tergantung pemahaman seseorang akan subtansi wudhu itu sendiri, mulai fardhunya wudhu, sunnahnya wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu.

Manfaat Wudhu’

Manfaat Menjaga Wudhu

Wudhu ini penting dilakukan, sebab disamping menjadi salahsatu syarat sahnya mengerjakan shalat, wudhu juga ternyata memberikan berbagai macam manfaat untuk kesehatan.

Dikutip dari laman Republika Online, bahwa menurut Dr Ahmad Syauqy Ibrahim, peneliti bidang penderita penyakit dalam dan penyakit jantung di London mengatakan, ”Para Pakar sampai pada kesimpulan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan, dan insomnia (susah tidur).”

Ungkapan ini tentunya bisa juga diarahkan ke masalah wudhu’. Sebab wudhu ini tidak akan jauh dari yang namanya mengusap atau mencelupkan beberapa bagian anggota tubuh ke dalam air.

Dalam buku Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah dijelaskan, ilmu kontemporer menetapkan setelah melalui eksperimen panjang, ternyata orang yang selalu berwudhu mayoritas hidung mereka lebih bersih, tidak terdapat berbagai mikroba.

Rongga hidung bisa mengantarkan berbagai penyakit. Dari hidung, kuman masuk ke tenggorokan dan terjadilah berbagai radang dan penyakit.

Apalagi jika sampai masuk ke dalam aliran darah. Barangkali inilah hikmah dianjurkannya istinsyaaq (memasukkan air ke dalam hidung) sebanyak tiga kali kemudian menyemburkannya setiap kali wudhu.

Apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit. Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah penyakit tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah.

Hadits Wudhu Dapat Menghilangkan Dosa

Di samping memiliki manfaat untuk masalah kesehatan, wudhu juga bermanfaat untuk menggugurkan dosa-dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Namun sebagian ulama berpandangan bahwa dosa yang mampu digugurkan oleh wudhu hanyalah dosa kecil saja, sedangkan dosa besar dihilangkannya dengan cara bertaubat.

Dalam hadits disebutkan:

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan wudhunya’, keluarlah dosa-dosanya dari badannya bahkan (dosa-dosanya) akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR.Muslim)

إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوبِ

Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu kemudian ia mencuci wajahnya, keluarlah dari wajahnya seluruh dosa karena penglihatan kedua matanya bersamaan dengan air atau akhir tetesan air. Jika ia mencuci kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan air atau tetesan air terakhir. Jika ia mencuci kedua tangannya keluarlah semua dosa yang dilakukan langkah kakinya bersamaan dengan air atau tetesan air terakhir, hingga ia keluar (dari berwudhu) dalam keadaan bersih dari dosa (H.R Muslim).

Baca juga : Doa Iftitah Lengkap

Tata Cara Berwudhu’

Tata Cara Berwudhu

Fardhu-fardhu Whudu’

Mengenai masalah ini, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang wajib dilakukan di dalam wudhu atau yang juga biasa disebut dengan kefardhuan wudhu.  Bahwa fardhu wudhu itu ada enam macam:

  1. Niat wudhu
  2. Membasuh muka
  3. Membasuh kedua tangan sampai dengan kedua siku
  4. Mengusap sebagian kepala
  5. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
  6. Berurutan sesuai apa yang telah disebutkan. (Sumber: Kitab Safinatun Najah).

1. Bacaan Niat Wudhu

Niat itu pada asalnya dilakukan oleh hati. Namun disunnahkan juga melafalkannya dalam mulut agar hati bisa terbantu melakukan niat tersebut. Adapun lafal niat wudhu’ adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu’a lirof’il hadatsil ash-ghori fardhol lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu karena Allah Ta’ala.

Perlu diingat, bahwa niat dilafalkan ketika membasuh muka

2. Membasuh Muka

Wajib hukumnya membasuh muka ketika berwudhu, mulai dari ujung tempat tumbuhnya rambut hingga bagian bahwah dagu.

3. Membasuh Kedua Tangan Sampai Dengan Kedua Siku

Ini artinya, bagi orang yang berwudhu, wajib membasuh tangannya dari ujung tangan sampai kedua siku. Bagian dalam kuku yang memanjang juga jangan sampai terlewatkan.

4. Mengusap Sebagian Rambut Kepala

Poin ke empat ini mewajibkan untuk membasuh sebagian rambut kepala. Mengusapnya boleh di bagian manapun. Boleh bagian atas, depan, atau belakang rambut kepala. Namun bagi yang ingin membasuh keseluruhan kepala juga diperkenankan.

5. Membasuh Kedua Kaki Sampai Kedua Mata Kaki

Bagian ini wajib untuk dibasuh. Namun bagian dalam kuku yang memanjang juga wajib terkena air semuanya. Begitupun di setiap sela-sela jari kakinya.

6. Berurutan Wudhunya

Yang dimasudkan berurutan di sini adalah wajib hukumnya mendahulukan bagian fardhu yang pertama sampai seterusnya sesuai urutannya.

Baca juga : Bacaan Doa Yang Mustajab

Sunnah-sunnah dalam Wudhu’

Sunah Dalam Wudhu

(1) membaca basmalah di awal pelaksanaan wudlu’. Minimal bacaan basmalah adalah bismillah. Dan yang paling sempurna adalah bismillahirrahmanirrahim.

(2) membasuh kedua telapak tangan hingga kedua pergelangan tangan sebelum berkumur.

(3) berkumur. Kesunnahan berkumur sudah bisa didapatkan dengan memasukkan air ke dalam mulut, diputar-putar di dalamnya kemudian dimuntahkan

(4) memasukkan air ke hidung (istinsyaq). Mubalaghah (mengeraskan) di anjurkan saat berkumur dan istinsyaq.

(5) mengusap seluruh kepala. Dalam sebagian redaksi matan diungkapkan dengan bahasa “dan meratakan kepala dengan usapan”. Sedangkan untuk mengusap sebagian kepala hukumnya adalah wajib.

(6) mengusap kedua telinga, baik bagian luar dan dalamnya dengan menggunakan air yang baru, maksudnya bukan basah-basah sisa usapan kepala.

(7) menyelah-nyelahi jenggot. Cara menyelah-nyelahi adalah dengan memasukkan jari-jari tangannya dari arah bawah jenggot.

(8) sunnah menyelah-nyelahi jari-jari kedua tangan dan kaki. Jika air tidak bisa sampai pada bagian tersebut kecuali dengan cara diselah-selahi seperti jari-jari yang menempel satu sama lain, maka wajib untuk diselah-selahi.

(9) sunnah mendahulukan bagian kanan dari anggota berwudhu. Sedangkan untuk dua anggota yang mudah dibasuh secara bersamaan seperti kedua telinga maka tidak disunnahkan untuk mendahulukan bagian yang kanan dari keduanya, akan tetapi keduanya disucikan secara bersamaan.

(10) mengulangi tiga kali pada tiap basuhan dan muwalah (Terus Menerus) maksudnya antara dua anggota wudhu’ tidak terjadi perpisahan yang lama.

(11) membaca doa setelah wudhu’

Baca juga : Doa Sesudah Shalat Wajib

Doa Setelah Wudhu’

Doa setelah wudhu’ ini merupakan doa yang diambil dari riwayat yang shahih. Berikut ini adalah doanya:

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina.

Artinya: “Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.” (HR. Muslim dan al-Tirmidzi).

Terimakasih telah membaca doa niat berwudhu dan setelah wudhu, selain itu dalam tulisan mengenai tata cara wudhu yang baik dan benar pada artikel diatas kami telah mendapatkannya dari sumber terpercaya dan pemahaman pribadi ketika di pesantren. Terimakasih dan sampai jumpa lagi kawan pidebox.com

Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *