Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bacaan Doa Yang Mustajab

Doa Yang Dikabulkan Allah swt

Doa Yang Mustajab – Kita semua pasti pernah berdoa kepada Allah untuk meminta segala macam sesuatu yang kita inginkan. Di antara keinginan tersebut adalah meminta rezeki yang lapang, bersih, dan barokah, meminta agar dinaikkan pangkat, meminta agar mendapat ilmu yang bermanfaat, dan ada juga yang meminta agar diberikan jodoh.

Keinginan-keinginan tersebut diutarakan oleh kita kepada Allah agar Allah membantu untuk mengabulkannya. Nah, sebagian dari kita mungkin ada yang doanya cepat dikabulkan, dan ada juga yang lama dikabulkan, atau bahkan samasekali tidak dikabulkan. Doa yang dikabulkan ini yang biasa disebut dengan doa yang mustajab.

Namun bagi yang doanya belum juga terwujud, jangan terburu-buru berburuk sangka kepada Tuhan bahwa Dia tidak mengabulkan doa kita. Sebab sejatinya tidak ada doa yang tidak dikabulkan olehNya. Hal ini sudah menjadi janji Tuhan yang tertera dalam Q.S Ghafir ayat 70. Dia menyatakan “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu.

Doa Yang di Kabulkan Allah SWT

Penyebab Doa Tidak diKabulkan Allah swt

Baca juga : Doa Sesudah Shalat Wajib

Lantas pertanyaannya adalah, “Mengapa doa kita tak kunjung dikabulkan?”.

Dalam hal ini, Syekh Ibn ‘Atahillah juga menyampaikan:

لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ

Terlambat datangnya (pemberian) Allah, mesti sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.

Ungkapan Syekh Ibn ‘Athaillah tersebut memberikan pemahamahan kepada kita bahwa semua doa itu sejatinya dikabulkan oleh Allah. Hanya saja, Allah lebih tahu isi doa tersebut sesuai atau tidak untuk kita. Sehingga bisa saja Allah memberikannya dalam bentuk lain, padahal kita tidak meminta demikian. Ya sekali lagi ditegaskan bahwa karena Allah yang lebih tahu isi doa tersebut sesuai untuk kita atau tidak.

Cerita Singkat Ciri ciri Tentang Doa Yang Dikabulkan

Doa Yang Mustajab

Seperti dua anak yang berbeda usia. Yang satu usianya sudah menginjak dewasa, sedangkan yang satunya masih kecil. Ketika keduanya meminta uang dengan nominal Rp. 100.000 kepada orang tuanya, apakah akan dikasih semuanya dengan nilai uang yang diminta? Jawabannya tentu tidak.

Yang akan dipenuhi tentunya adalah anak yang telah beranjak dewasa. Sedangkan bagi yang kecil, tidak mungkin akan dikasihkan uang dengan nominal yang sama, atau bisa dikatakan ia akan diberi uang yang lebih sedikit.

Mengapa? Karena orang tua lebih tahu bahwa uang Rp. 100.000 itu sesuai porsi anaknya yang lebih dewasa, yang mana akan digunakan sesuai kebutuhannya. Sedangkan bagi anaknya yang masih kecil, ia tidak akan diberikan nominal uang yang sama.

Sebab uang dengan nominal seratus ribu tidak sesuai dengan porsinya. Ia lebih pantas diberikan uang yang lebih sedikit semisal pecahan Rp. 5.000 dan Rp. 10.000 untuk hanya sekedar membeli jajanan di warung-warung atau di pedagang asongan yang biasa berjualan keliling di setiap jalan-jalan desa dan komplek perumahan.

Kemudian, ungkapan Syekh Ibn ‘Athaillah di atas juga memberikan pemahaman kepada kita bahwa yang menentukan waktu dikabulkannya doa adalah Allah, bukan atas kemauan kita. Sebab, kalau pengabulan doa tersebut berdasarkan kemauan kita, jelas ini namanya pemaksaan dan penekanan kepada Allah. “Kita ini siapa, sampai berani memaksa-Nya?”.

Intinya kita dianjurkan untuk berbaik sangka kepada Allah bahwa segala macam doa kita akan dikabulkan oleh-Nya. Hanya saja, ia yang lebih tahu dan berhak untuk mengatur waktu kapan doa tersebut dikabulkan.

Lantas timbul lagi sebuah pertanyaan, “Kita sering mengulang-ulangi doa, namun tetap saja belum dikabulkan oleh-Nya. Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana caranya doa agar cepat terkabul hajat atau permintaannya?.”

Berdasarkan penjelasan Syekh Ibn ‘Athaillah di atas, pertanyaan ini juga bisa dijawab dengan penjelasan tersebut. Bahwa kita diajarkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah. Allah mungkin hawatir jika dengan sekali berdoa lalu dikabulkan, kita akan berhenti menghadap kepada-Nya serta tidak berdoa kembali pada-Nya.

Tetapi, dengan tidak disegerakannya pengabulan doa tersebut meski sering mengulang-ulangnya, mungkin saja Allah betah memandangi wajah kita, senang mendengar suara kita yang memelas minta dikasihani, dan seterusnya. Barulah setelah itu Allah mengabulkan doa.

Sebagaimana seorang pengamen. Ketika ia sedang menyanyi di hadapan kita, tetapi kita sendiri tidak menyukainya, bukankah untuk ‘mengusirnya’ adalah memberikan uang dengan segera kepadanya bukan? Tetapi, kalau kita menyukainya, pastilah kita akan betah mendengarkannya menyanyi dan dibiarkan dengan lama. Barulah setelah lagu selesai dan kita merasa puas, ia kemudian diberikan uang.

Ya begitu juga dalam perihal doa doa mustajab agar selalu ditolong Allah. Selalulah berbaik sangka kepada Allah. Mungkin saja dengan tidak dikabulkannya permintaanmu dalam sekali doa, itu pertanda Allah masih mengharapkan kita untuk menghadap kepada-Nya karena Ia suka memandang wajah dan mendengar suara kita.

Baca juga : Doa Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Hadits Tentang Doa Mustajab

Hadits Tentang Berdoa Yang diKabulkan

Keterangan Ibn ‘Athaillah tersebut juga sesuai dengan keterangan hadits berikut:

 إن الله يحب الملحين في الدعاء

Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang yang mengulang-ulang doa

Hadits tersebut meskipun dinilai lemah bahkan palsu, tetapi dapat dikuatkan dengan hadits shahih riwayat Imam Muslim berikut:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا دَعَا ثَلاثًا ، وَإِذَا سَأَلَ سَأَلَ ثَلاثًا

Artinya: Bahwasannya Nabi Saw ketika berdoa ia mengulanginya tiga kali. Jika ia meminta juga mengulanginya tiga kali.

Mengenai hadits tersebut, Imam al-Nawawi mengomentarinya sebagai berikut:

فِيهِ : اِسْتِحْبَاب تَكْرِير الدُّعَاء ثَلاثًا . وَقَوْله : ( وَإِذَا سَأَلَ ) هُوَ الدُّعَاء , لَكِنْ عَطَفَهُ لاخْتِلافِ اللَّفْظ تَوْكِيدًا اهـ

Artinya: Hadits tersebut memberikan pemahaman akan kesunnahan mengulangi doa tiga kali. Adapun lafadz sa’ala itu bermakna doa. Ia diathofkan dengan lafadz sebelumnya karena bertujuan untuk menguatkan (pernyataan). (Syarah Shahih Muslim).

Pembatasan tiga kali tersebut sifatnya bukan mutlak, yang artinya boleh juga kita mengulang-ulanginya hingga lebih daripada itu.

Dalam kesempatan yang lain, Syekh Ibn ‘Athaillah juga menyampaikan pesan sebagai berikut:

لا يشككنك في الوعد عدم وقوع الموعود وان تعين زمنه لئلا يكون ذلك قد حافي بصيرتك واخمادا لنور سريرتك

“Anda tak perlu ragu atas janji Allah yang belum terkabul, meskipun sebenarnya janji itu pasti terwujud. (Keraguan itu) agar tidak merusak mata hati dan memadamkan cahaya batinmu” ( Al-Hikam).

Menurut Syekh Ibnu Athaillah, keraguan Anda pada Allah itu ternyata dapat membuat mata hatimu padam, gelisah, dan mempersepsikan diri Anda tidak percaya lagi pada Allah. Mengenai doa kita yang telah dipanjatkan namun belum juga terkabul, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:

Pertama, waktu yang belum tepat. Terkabulnya harapan tentu tidak semudah kita berdoa. Waktu terkabulnya doa itu lama atau sebentar bukan urusan kita, itu urusan Allah. Allah Swt. pasti akan mengabulkan setiap permintaan kita, namun pada waktu yang Ia tentukan, bukan waktu yang kita harapkan.

Kedua, syarat dan kriteria berdoa yang belum terpenuhi. Belum dikabulkan permintaan kita jangan langsung putus asa dengan menyalahkan Tuhan, namun sebaiknya instropeksi diri, apakah doa yang telah saya panjatkan selama ini telah memenuhi kriteria, dan syarat-syaratnya atau belum. Jika belum mari kita perbaiki niat kita, lebih giat dalam berusaha dan berdoa, Insya Allah kedepannya akan mendapatkan apa yang kita harapkan.

Sebagai penutup, saya ingin kembali menegaskan bahwa segala macam doa itu semuanya dikabulkan. Namun, terkadang doa tersebut juga tidak akan dikabulkan. Penyebabnya adalah kita berburuk sangka kepada Tuhan bahwa Dia tidak mengabulkan doa kita. Dalam suatu hadits dijelaskan:

أنا عندَ ظنِّ عبدي بي ، فليظنَّ بي ما شاء

Artinya: Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Oleh karena itu, berprasangkalah terhadap-Ku sesuka hatinya. (H.R Al-Bukhari dan Muslim)

فلا تظنُّوا بالله إلا خيراً

Artinya: Janganlah kalian berprasangka kepada Allah kecuali dengan prasangka yang baik. (H.R Ibnu Abid Dunya).

Itulah tadi pembahasan mengenai amalan doa doa yang mustajab agar selalu ditolong Allah. Semoga saja Allah Ta’ala selalu memberikan kita kemudahan dalam segala kesulitan. Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *