Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bacaan Doa Meredam Amarah

doa meredam amarah

Doa Meredam Amarah – Sebagai makhluk sosial, manusia diharuskan sering berinteraksi dengan orang lain. Sebab hal demikian amatlah penting, guna menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam berinteraksi dengan orang lain, tentunya kita harus menyesuaikan kapasitas pembicaraan dengan mereka.

Seumpama berbicara dengan seorang tukang becak, maka jangan sekali-kali berbicara dengannya mengenai makan-makanan enak di restoran, jalan-jalan di tempat mewah dan menginap di hotel Bintang lima.

Daripada membicarakan makanan enak, lebih baiknya adalah ia dibawakan makanan enak serta mengajaknya jalan-jalan. Bukan malah membuatnya ‘kepengen.’

Mengapa hal demikian tak elok dibicarakan? Sebab akan melukai hati tukang becak tersebut. Ada kemungkinan ia akan merasakan kepahitan hidup yang lebih lagi setelah membayangkan apa yang telah dibicarakan tersebut.

Melihat perumpamaan di atas, dapat kita pahami bahwa berhati-hati dan menyesuaikan pembicaraan amatlah penting. Sebab kalau saja tidak berhati-hati, sudah pasti akan banyak orang yang sakit hati karena lidah kita.

Sekarang ini banyak sekali kasus penganiayaan, perampokan, bahkan pembunuhan berawal dari lidah yang tidak bisa dijaga.

Dalam berita di televisi diceritakan ada seorang karyawan yang membunuh atasannya.

Kejadian itu bermula saat karyawannya sering dihina dan direndahkan oleh atasannya. Tidak satu dua kali saja ia mengalami penghinaan tersebut. Berkali-kali ia mengalaminya.

Lantaran sakit hati, akhirnya sang karyawan nekat membunuh sang majikannya tersebut.

Ada pula kejadian tawuran antar sekolah. Mereka yang digadang-gadang menjadi penerus bangsa, tetapi dengan mudahnya melakukan tindakan kriminal. Amat miris bukan?

Salahsatu penyebab tawuran yang sering terjadi, lagi-lagi berawal dari ego dan ucapan yang tak terkendali, sehingga berujung pada sakit hati dan pada akhirnya dilampiaskan dengan aksi tawuran.

Baca juga : Bacaan Doa Yang Mustajab

Menjaga Lisan Untuk Tidak Menyakiti Orang Lain

doa meredam amarah

Oleh karena itu, menjaga lidah agar tidak menyakiti orang lain adalah sebuah kewajiban.

Disebutkan dalam salahsatu hadits:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”. (HR. Al-Bukhari)

Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Muslim no.64 dengan lafaz berikut:

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik?” Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.

Tujuannya tiada lain adalah untuk keselamatan diri sendiri. Sebagaimana diutrakan dalam suatu hadits:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya: “Selamatnya manusia itu tergantung pada penjagaannya terhadap lisannya.”

Dalam al-Qur’an juga disebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang baik, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Di samping itu, anjuran untuk meredam amarah perlu diperhatikan juga. Sebab, orang yang mudah tersulut emosinya akan berujung pada pembalasan untuk orang yang telah membuatnya emosi.

Kalau emosinya hanya sebatas ucapan saja, maka itu masih ada mendingnya. Bagaimana kalau sampai terjadi “baku hantam” atau bahkan “pembunuhan”, sebagaimana kasus yang telah disebutkan di atas? Yang rugi bukan hanya penyulut emosi, tetapi anda juga akan merasakan kerugian.

Hanya karena meluapkan emosi yang berlebihan, akhirnya anda pun mendekam di jeruji besi. Ih jangan sampe deh..

Anjuran Untuk Meredamkan Amarah/Nafsu

Meredam emosi ini amat sangat dianjurkan, bahkan bisa dikatakan wajib. Allah Swt berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang meredam amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (An-Nisa’ : 133-134)

Dalam hadits juga disebutkan:

لا تغضب ولك الجنة

Artinya: “Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)

Tips agar tidak mudah marah/meredam emosi

Membiarkan emosi berlarut-larut ternyata tidak baik juga untuk kesehatan.

Dilansir dari situs hellosehat bahwa saat emosi memuncak, tekanan darah biasanya akan meningkat karena jantung memompa lebih cepat dan tak beraturan. Sehingga tak jarang Anda akan merasakan sakit kepala, nyeri di dada, dan sesak napas.

Emosi tersebut bisa saja datang karena hal-hal sepele. Semisal hp ketinggalan, kesal menunggu antrian, menunggu lampu merah menjadi hijau, dan hal-hal lainnya.

Ada berbagai macam cara untuk menghilangkannya untuk meredam amarah. Dalam hal ini Rasulullah menganjurkan hal-hal berikut:

1. Mengambil air wudhu

Manfaat Menjaga Wudhu

Baca juga : Bacaan Niat dan Tata Cara Wudhu Serta Doa Setelah Wudhu

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Artinya: “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.”

2. Merubah posisi dengan duduk atau berbaring

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِذَا ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلاَّ فَلْيَضْتَجِعْ

Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring (Hadits shahih)

Selain anjuran dari Nabi di atas, kuta juga bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meredam amarah. Di ikutip dari situs hellosehat, berikut ini ulasannya:

1. Tarik nafas dalam-dalam

Menurut Robert Nicholson, Ph.D., asisten dosen di Saint Louis University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa saat marah tubuh menjadi tegang. Sehingga menarik napas dalam-dalam adalah salah satu cara ampuh untuk meredakannya.

2. Menekan titik tertentu di tubuh

Caranya adalah dengan menekan bagian dalam telapak tangan yang berada di antara ibu jari dan telunjuk.

Tekan secara halus dan perlahan menggunakan ibu jari dan rasakan sentuhannya.

Diamkan selama beberapa saat, yaitu kurang lebih 10 detik.

Ulangi cara tersebut pada bagian tangan lainnya. Anda juga bisa menekan berbagai titik telapak tangan cukup dengan ibu jari.

3. Nyalakan musik favorit yang menenangkan

Perlu diketahui bahwa ritme internal tubuh ternyata mengikuti irama musik yang sedang Anda dengar.

Saat sedang emosi sedang bergejolak, anda bisa mencoba untuk mendengarkan musik dengan irama yang menenangkan agar tubuh juga secara tidak langsung mengikuti ritmenya.

Dengan begitu, napas dan detak jantung Anda akan melambat kembali ke kondisi normal, bahkan lebih rileks dari sebelumnya.

Selain ketiga hal di atas, berwudhu juga

Doa Meredam Amarah

Selain langkah-langkah di atas, baca juga doa berikut ini agar amarah bisa diredamkan. Dilansir dari situs bincang syari’ah, berikut ini adalah doanya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَللّٰهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ

Allahumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghoidzho qolbi wa ajirni min mudhillatil fitan

Artinya: “Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kesesatan fitnah.”

Doa ini disebutkan oleh Ibn Sunni dalam kitabnya ‘Amalul Yaum wal Lailah.

Selain doa di atas, bisa juga kita membaca doa berikut:

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahummagfirli dzanbi wadzhib ghaidzo qalbi wa ajirni minasy syaithon

Artinya : Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kejahatan syetan.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang doa untuk meredam amarah nafsu. Semoga bermanfaat!

Shohibul Azka Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon